Sabtu, 10 November 2012

MAKALAH GEOGRAFI KONSEP WILAYAH DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN


MAKALAH GEOGRAFI
KONSEP WILAYAH DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

          SMA SANTO YAKOBUS
Jalan Pegangsaan Dua KM 3,5
Kelapa Gading
Jakarta Utara – 14250
Telp. 4605050 – 4612554

DISUSUN OLEH
NATHANIA KARINA / XIIS3 / 20
PRISCILLIA CHARISTA / XIIS3 / 22
STELLA VERONICA / XIIS3 / 24
INGGRID / XIIS3 / 12
INES P / XIIS3 / 11

Tahun pembuatan : Oktober 2012
Guru mata pelajaran : Edy Prajoko
A.     Wilayah Formal dan Fungsional

wilayah adalah suatu areal yang memiliki karakteristik tertentu.
areal bisa berukuran besar dan kecil.
karakteristik terdiri dari iklim, relief,tipe batuan, pola pertanian,vegetasi alami, kegiatan ekonomi
contoh: gurun sahara (gurun) & jakarta (kota ekonomi dan kependudukan)

B.   Konsep Wilayah
konsep wilayah sbg suatu metode pengklasifikasian perkembangan melalui 2 fase:
-          formal : statis, seragam, tidak aktif, pinggiran desa
didasarkan kriteria : fisik (topografi,iklim) , ekonomi (industri,pertanian) , politik
           
hal yg terpenting dalam konsep formal adalah wilayah inti
wilayah inti : bagian dari suatu wilayah yg mempunyai derajat diferensiasi paling besar dibandingkan
dengan wilayah lain dan umumnya terletak di bagian tengah

-          fungsional : dinamis , aktif, terus menerus yg mengubah, kawasan geografis di
fungsikan menurut jenis dan kekhususan saling berhubungan antara bagian 1 dengan bagian lain.

            batas wilayah nodal : sejauh wilayah tersebut mampu memengaruhidaerah di
sekitarnya sehingga tercipta interaksi yang maksimal

menurut prof HR Bintarto konsep wilayah secara umum terdiri dari 3 aspek:
-          tipe :
·         ide heterogenitas
·         ide homogenitas
-          hierarki : dr segi ukuran, bentuk, fungsi atau gabungan dari beberapa unsur
          Siegfried Passarge mengemukakan wilayah urutan :
·         landschaftstell : mencerminkan orde suatu wilayah
·         landschaft : gabungan dari landschaftteil
·         landsteil : gabungan dari landschaft
·         land : gabungan dari landschaftsteil yg membentuk

-          kategori :
·         bertopik tunggal : yg keberadaannya hanya satu topik saja.
·         bertopik banyak : beberapa topik yg berbeda untuk tujuan yg lbh luas
·         bertopik gabungan : gabungan dari beberapa topik (cth: pembatasan wil berdasarkan curah hujan)
·         total : wil yg pembatasannya di dasarkan atas smua unsur
·         compage :
 konsep wilayah yg didasarkan atas dominannya aktivitas manusia sbg dasar pembatas



C.     Pewilayahan
Pewilayahan adalah usaha untuk membagi - bagi permukaan bumi dalam lingkup tertentu dan untuk tujuan tertentu. Hal ini disebabkan karna lokasi di permukaan bumi jumlahnya sangat banyak sehingga perlu disederhanakan .
Pewilayahan dapat bermanfaat untuk berbagai kepentingan antara lain :
ü  Memisahkan sesuatu yg berguna dari yang kurang berguna
ü  Mengurutkan keanekaragaman kondisi permukaan bumi
ü  Menyederhanakan informasi dari berbagai gejala di permukaan bumi yang sangat beragam
ü  Memantau perubahan - perubahan yg terjadi

Tujuan pewilayahan a.l :
ü  Menyebarkan & meratakan pembangunan sehingga dapat menghindari adanya pemusatan kegiatan
ü  Menjamin keserasian & koordinasi terhadap berbagai kegiatan pembangunan yang ada di tiap - tiap daerah
ü  Memberikan pengarahan kegiatan pembangunan, tidak saja kepada para aparatur pemerintah di pusat / daerah, tapi juga kepada masyarakat & para pengusaha

1. PENYAMARATAAN WILAYAH
            Penyamarataan(generalisasi) wilayah adalah usaha membagi permukaan bumi menjadi beberapa bagian. Generalisasi dilakukan dengan cara mengubah/menghilangkan faktor - faktor tertentu yang dianggap kurang penting / tidak relevan.
            Skala peta merupakan komponen yang paling penting dalam peta dan sangat mempengaruhi derajat generalisasi wilayah tertentu. Akibat dari penggunaan peta dengan skala berbeda a.l :
ü  Makin besar skala peta yang digunakan, makin kecil derajat generalisasi wilayah yang dilakukan
ü  Makin kecil skala peta yang digunakan , makin besar derajat generalisasi wilayah yang dilakukan.

2. DELIMITASI DALAM PENYAMARATAAN WILAYAH
            Delimitasi adalah cara - cara penentuan batas terluar suatu wilayah untuk tujuan tertentu. Didalam generalisasi wilayah, delimitasi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu delimitasi secara kualitatif dan delimitasi secara kuantitatif.
            Delimitasi kualitatif merupakan cara penentuan batas terluar suatu wilayah berdasarkan kenampakan - kenampakan yang dominan pada suatu tempat. Dalam konsep ini, yang ditekankan bukan batas wilayah, melainkan inti wilayah tersebut.
            Delimitasi kuantitatif adalah cara penentuan batas wilayah berdasarkan ukuran - ukuran yang bersifat kuantitatif. Ukuran tersebut diambil dari data yang terkumpul kemudian digambarkan ke dalam peta sehingga memberikan gambaran persebaran data tersebut secara keruangan.

3. KLASIFIKASI WILAYAH
            Klasifikasi wilayah adalah usaha untuk menggolongkan wilayah secara sistematis ke dalam bagian - bagian tertentu. Klasifikasi wilayah mempunyai 2 tujuan utama, yaitu untuk mengetahui perbedaan jenis dan perbedaan tingkat.
a.       Perbedaan jenis dalam klasifikasi wilayah
sangat diperlukan untuk mendapatkan gambaran tentang karakteristik suatu wilayah.
b.       Perbedaan tingkat dalam klasifikasi wilayah
guna membuat perbedaan tingkat dalam klasifikasi wilayah, dapat dilakukan dengan 2 metode, yaitu:
1)        Metode interval
Harus memperhatikan parameter kelas yang dgunakan sebagai dasar penggolongan. Makin banyak kelas yang digunakan, makin kecil interval kelas sehingga makin banyak informasi yang dapat diperoleh dari data yang bersangkutan.

2)   Metode hierarkis
 Dalam metode ini tiap kelas mempunyai hubungan dengan kelas -kelas di bawahnya/   
 diatasnya. Hal itu karena orde yang lebih tinggi merupakangabungan dari kelas - kelas 
 dibawahnya.

­­­
1.        E. Fenomena Geografis



-          Ciri-ciri kota
1.        Cukup tersedianya fasilitas
2.      Adanya perlapisan sosial ekonomi
3.      Adanya jarak sosial
4.      Individualistis
5.      Menghargai waktu
6.      Bersifat ekonomis
Dua ahli geografi mencoba menganalisis pola keruangan di wilayah perkotaan
1.        Pola keruangan wilayah kota menurut Ernest Burgess
                         
Ø  Kota berada di daerah yang datar
Ø  Sistem transportasi di tiap lokasi bagus dan murah
Ø  Harga tanah tertinggi ada di pusat kota dan semakin menurun ke arah luar kota
Ø  Bangunan tua ada di pusat atau dekat kota
Ø  Latar belakang kota terdiri dari variasi etnis dan kelas sosial ekonomi

2.      Pola keruangan wilayah kota menurut Homer Hoyt
Ø  Adanya kelompok “wealthy people”
Ø  Adanya lahan yang memiliki daya tarik yang sama

-          Pola pemekaran kota bias dikategorikan menjadi tiga sebagai berikut
a.       Pola konsentris
b.       Pola sektoral
c.       Pola pusat kegiatan ganda (multiple nuclei)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar